HIV -- virus yang retro --
::: Artikel ini aku tulis dalam rangka ikut meramaikan Hari Aids Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember. Terinspirasi oleh ajakan itik kecil bagi semua blogger. Aku mencoba membuat artikel dari sudut pandang yang bisa kupahami, dunia molekuler. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan, walaupun jauh dari sempurna :::
HIV ( Human Immunodificiency Virus ) sudah sangat populer sejak penyakit AIDS diperbincangkan. Virus ini termasuk dari sekian banyak virus yang retro (maksudnya bukan virus yang ikuta-ikutan trend “back to past”) atau istilah molekulernya retrovirus. Disebut retrovirus karena mereka merusak central dogma dari biologi molekuler, yang menyatakan bahwa informasi genetik berjalan dari DNA ke RNA dan bukan sebaliknya. Retro virus mempunyai kemampuan membuat DNA dari seutas RNA.
HIV menyerang reseptor CD4+ dari T-cell lymphosit yang penting untuk stimulasi respon pertahanan tubuh manusia terhadap virus dan substansi “asing” lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Sebenarnya istilah menyerang tidak tepat, karena reseptor tersebut mengenali protein pada permukaan virus HIV, sehingga menerimanya sebagai komponen baru dan dianggap “aman”. Akibatnya bagian dalam virus HIV (yang disebut viral) akan masuk ke dalam inti sel atau nukleus. Di dalam nukleus, RNA virus HIV yang retro tadi lalu membentuk replika DNA menggunakan enzym reverse transcriptase. Karena sudah berbentuk DNA, maka DNA virus bisa bergabung dengan DNA dari sel lymphosit tadi dengan bantuan enzim integrase. Pada kondisi ini virus HIV disebut provirus.
Pada saat DNA sel induk melakukan transkripsi membentuk RNA, berarti DNA provirus juga melakukan hal yang sama. RNA yang terbentuk itu nantinya akan melakukan penggandaan sehingga terbentuk banyak RNA yang akan membentuk viral-viral baru. Sel induk juga menggunakan RNA untuk membentuk protein-protein tertentu yang akan digunakan oleh viral sebagai kapsid atau pembungkus. Hingga akhirnya semuanya lengkap, terbentuklah virus-virus baru yang siap menginfeksi sel lymphosit lainnya.
Di biologi molekuler, suatu gen bekerja atas dasar rangsangan dari gen atau protein lain. Hal yang menarik adalah rangsangan apa yang diterima oleh provirus sehingga dia memulai aktivitasnya membentuk viral dan kapsid baru? Hal ini hanya sebagian kecil dari pertanyaan-pertanyaan yang mendasari penelitian tentang virus HIV. Jika saja dari serangkaian siklus itu ada yang bisa diputuskan, maka bukan tidak mungkin penyakit AIDS bisa diobati.







Recent Comments