« October 2007 | Main | December 2007 »

November 29, 2007

HIV -- virus yang retro --

::: Artikel ini aku tulis dalam rangka ikut meramaikan Hari Aids Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember. Terinspirasi oleh ajakan itik kecil bagi semua blogger. Aku mencoba membuat artikel dari sudut pandang yang bisa kupahami, dunia molekuler. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan, walaupun jauh dari sempurna :::

HIV ( Human Immunodificiency Virus ) sudah sangat populer sejak penyakit AIDS diperbincangkan. Virus ini termasuk dari sekian banyak virus yang retro (maksudnya bukan virus yang ikuta-ikutan trend “back to past”) atau istilah molekulernya retrovirus. Disebut retrovirus karena mereka merusak central dogma dari biologi molekuler, yang menyatakan bahwa informasi genetik berjalan dari DNA ke RNA dan bukan sebaliknya. Retro virus mempunyai kemampuan membuat DNA dari seutas RNA.

Hiv_virus HIV menyerang reseptor CD4+ dari T-cell lymphosit yang penting untuk stimulasi respon pertahanan tubuh manusia terhadap virus dan substansi “asing” lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Sebenarnya istilah menyerang tidak tepat, karena reseptor tersebut mengenali protein pada permukaan virus HIV, sehingga menerimanya sebagai komponen baru dan dianggap “aman”. Akibatnya bagian dalam virus HIV (yang disebut viral) akan masuk ke dalam inti sel atau nukleus. Di dalam nukleus, RNA virus HIV yang retro tadi lalu membentuk replika DNA menggunakan enzym reverse transcriptase. Karena sudah berbentuk DNA, maka DNA virus bisa bergabung dengan DNA dari sel lymphosit tadi dengan bantuan enzim integrase. Pada kondisi ini virus HIV disebut provirus.

Pada saat DNA sel induk melakukan transkripsi membentuk RNA, berarti DNA provirus juga melakukan hal yang sama. RNA yang terbentuk itu nantinya akan melakukan penggandaan sehingga terbentuk banyak RNA yang akan membentuk viral-viral baru. Sel induk juga menggunakan RNA untuk membentuk protein-protein tertentu yang akan digunakan oleh viral sebagai kapsid atau pembungkus. Hingga akhirnya semuanya lengkap, terbentuklah virus-virus baru yang siap menginfeksi sel lymphosit lainnya.

Hiv_virus_in_action

Di biologi molekuler, suatu gen bekerja atas dasar rangsangan dari gen atau protein lain. Hal yang menarik adalah rangsangan apa yang diterima oleh provirus sehingga dia memulai aktivitasnya membentuk viral dan kapsid baru? Hal ini hanya sebagian kecil dari pertanyaan-pertanyaan yang mendasari penelitian tentang virus HIV. Jika saja dari serangkaian siklus itu ada yang bisa diputuskan, maka bukan tidak mungkin penyakit AIDS bisa diobati.

                            

November 27, 2007

Sugestikah??

Hari ini tidak seperti biasanya. Pasalnya aku ke kantor dengan badan lemas karena lagi diare (aduh..ga elit banget deh sakitnya..). Tadinya udah ga mau masuk, tapi ada sisa kerjaan kemarin yang harus dilanjutkan. Aku diare gara-gara peristiwa kemarin siang. Entahlah ini sugesti (seperti kata rekan kantorku) atau benar ada yang salah...
Di lab tempatku bekerja, biasanya tiap pagi OB memasak air buat diminum. Karena aku lebih banyak di ruang laboratorium daripada di ruanganku, aku selalu makan dan minum di dapur yang terletak di dekat laboratorium. Kemarin, aku mengisi gelas biru-ku dengan air yang kuambil dari panci tempat nampung air minum seperti biasa. Rasa airnya segar banget...dan aku minum sampai segelas penuh karena kehausan habis makan gorengan. Ga lama sesudahnya, seorang teknisi melakukan "pengakuan dosa" dan bilang kalau air di panci itu belum dimasak. Katanya dia niat mau masak air tapi keburu dipanggil sehingga dia lupa menyalakan kompor untuk dimasak. Akhirnya ga ada yang tahu kalo air itu belum dimasak. Mendengar pengakuannya itu, tiba-tiba aja perutku mules.. Tapi aku hanya bilang "ga apa-apa kok, air dari kran ini kan??". dan ternyata bukan hanya aku yang meminumnya. Air itu juga disajikan ke tamu waktu membuat minuman es kopyor khas lab kami.
Sepanjang hari aku mencoba menetralisir (pikiranku) bahwa semua baik-baik saja.Tapi pas sore hari sepulang kerja, aku langsung diare, dan berlanjut sampai malam. Perutku mules banget.. Tiba-tiba saja aku menyadari kalau air di lab-ku bukan air dari PAM, tapi dari sumur, yang dipompa dan dialrkan lewat kran. Perutku tambah mules mengingat kalau tanah di sekitar lab mungkin sudah tercemar bahan-bahan kimia buangan. Waduh...semoga tidak terjadi apa-apa denganku.
Paginya aku bercerita ke teman di lab. Dia bilang dia juga diare karena kemarin sempat mencicipi minuman es kopyor secangkir penuh. Trus salah satu peneliti yang menemani tamu kemarin juga tidak masuk hari ini. Belum ada kabar, tapi mungkn dia diare juga...Entah bagaimana dengan kedua tamu yang lain..
Tapi temanku itu bilang ada kemungkinan dia diare gara-gara seharian minum air es, jadi kembung. Trus dia bilang itu hanya sugestiku saja yang membuat perutku tambah sakit. Hm..salah satu kekuatan pikiran??
Yang pasti hari ini aku membawa air minum sendiri dari rumah...

November 15, 2007

Berkat hari ini

Hari ini adalah hari bersejarah buat salah seorang karyawan di kantorku. Namanya Asep. Tadi pagi sewaktu berjalan ke kantor, aku berpapasan dengannya. Dia mau ke kantor pusat, menandatangani SK pengangkatannya menjadi karyawan tetap di laboratorium tempatku bekerja dengan jabatan Pembantu Teknisi. Dia sangat bersemangat, aura wajahnya begitu jernih. Hari yang dia impikan sudah tiba.
Bagaimana tidak, selama sepuluh tahun lebih, statusnya hanya sebagai kontrakan di lab ini. Dengan gaji hanya Rp 450.000,- sebulan, dia harus menghidupi ayah, ibu dan adiknya. Seharusnya dia tidak selama itu menjadi kontrakan. Karena peraturan Depnaker menetapkan 2 tahun sebagai waktu kerja bagi seorang tenaga kontrakan, dan hanya bisa diperpanjang 1 kali. Setelah itu diangkat atau dikeluarkan. Entah bagaimana ceritanya dia bisa menjadi kontrakan selama itu. Pekerjaannya tidak bisa dikatakan ringan. Dia selalu datang paling pagi membuka kantor, mmbersihkan ruangan, menyiapkan botol-botol media yang jumlahnya ratusan, menstrilkan media dengan autoclave, membelikan makan beberapa karyawan (termasuk aku) yang maunya macam-macam, mencuci botol-botol bekas kultur, dan pulang terakhir karena harus mengunci seluruh pintu di lab ini.
Sebenarnya aku tidak begitu memperhatikan dia hari ini, sampai dia datang menemui aku sewaktu aku sedang memilih kultur untuk ditanam. Dengan nada lirih dan mata berkaca-kaca dia mengatakan seperti ini, “Mbak Desty, Asep mau bilang terimakasih..Asep udah diusulkan untuk diangkat jadi karyawan..”. Aku tertegun dan cuma bisa bilang “Iya...sama-sama”.
Perkataannya itu membuat aku hampir menangis. Soalnya aku tidak merasa berbuat apa-apa untuknya. Hanya menyatakan setuju waktu atasanku mengusulkan untuk pengangkatannya. Tapi dia masih menyempatkan untuk mengucapkan terima kasih pada semua atasannya.
Kepolosannya berkata seperti itu didasari bahwa akhirnya dia punya masa depan yang jelas. Tidak lagi sebagai kontrakan dengan upah seadanya. Sekarang dia bisa menikmati fasilitas sebagai seorang karyawan, walaupun gaji yang diterimanya setara dengan golongan I A untuk pegawai negeri.
Asep hanyalah satu orang dari sekian banyak pekerja kontarakan dengan gaji minim yang bisa merasakan berkat melimpah hari ini. Dalam hati aku mengucap syukur, Tuhan memberikan berkatNya pada seorang hambaNya hari ini.

November 13, 2007

Petir dan Mati Lampu

Udah semingggu ini Bogor diguyur hujan setiap sorenya. Hujannya disertai petir dan angin kencang. Biasanya kalo udah petir sambar-menyambar kost-anku pasti mati lampu. Ngak tanggung-tanggung, biasanya sampai pagi. Akibatnya aku hanya bisa mengandalkan lilin dan senter aja. Nyebelin juga..perasaan se-Bogor kena petir yang mati lampu hanya di daerah kost-anku aja...
Udah ga bisa nonton, atau ngerjain tugas di komputer, bete-nya nambah gara-gara air PAM jadi keruh. Masalahnya depan kost-anku sedang ada galian bikin selokan untuk pelebaran jalan.
Tapi ada hikmahnya juga, satu-satunya hal yang bisa kulakukan selain tidur adalah membaca. Dengan penerangan senter aku membaca jurnal, buku-buku yang udah aku beli lama tapi belum sempat terbaca, sampai baca-baca kamus bahasa inggris buat nambah perbendaharaan kata. Seru juga, jadi ingat waktu kecil, udah disuruh tidur lampu dimatikan tapi masih mau membaca, ya pake senter aja membcanya. Resikonya minus mataku jadi nambah (waktu itu). Ga tau deh sekarang...berhubung kata dokter mataku udah plus, mungkin dengan membaca pake senter bisa bikin minus jadi impas..(haha..teoriku kacau banget ga sih?)
Btw, dari hasil membacaku itu, aku jadi tahu kalau kata Iris itu bisa juga berarti rainbow. Di profile-ku kan aku masang lagu soundtrack Iris-nya Goo Goo Dolls, entah kenapa aku suka dengan lagu itu. Enak aja dengarnya. Nah sekarang aku jadi punya satu alasan baru kenapa pake lagu itu..pengen profile-nya jadi berwarna seperti rainbow aja...(hehe..teori maksa lagi neh).

November 04, 2007

Benny & Mice

Aku tidak pernah mau membeli komik. Aku lebih memilih untuk memnjam atau baca di toko buku. Tapi waktu melihat komik kartun Benny & Mice ”Jakarta Luar Dalam” di Gramedia, aku langsung memasukkan ke kantong belanja tanpa berpikir panjang.
Semua orang (yang pernah baca koran Kompas edisi hari Minggu) tentu kenal Benny & Mice. Tokoh kartun ini unik karena merupakan comic strip dari kartunisnya. Dalam artian kedua kartunis tersebut muncul bersama dalam sebuah komik dengan mengangkat tema-tema seputar issue yang lagi hot di Indonesia, atau Jakarta secara khusus. Ide-ide mereka yang dituangkan secara sederhana dalam komik tapi punya arti yang dalam. Hal yang tidak mungkin aku lewatkan dalam Kompas Minggu.
Buku komik kartun Benny & Mice (sampai sekarang aku masih bingung bacanya mi-ce atau mais, tapi aku lebih memilih untuk melafalkannya dengan mi-ce) berisi kumpulan komik-komik yang dimuat di Kompas Minggu. Sebanyak kurang lebih120-an edisi terangkum dalam satu buku. Penerbitnya (Nalar) sendiri berharap kumpulan komik ini akan abadi seperti halnya keabadian sebuah buku, dibandingkan dengan koran yang hanya berumur 1 hari. Sehingga orang akan terus mengingat Benny & Mice, dan bisa tertawa bersama mereka kapanpun dan dimanapun (selama ada buku itu tentunya...).
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Sebenarnya ada edisi lebih lengkap dan panjang, yaitu Lagak Jakarta yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia sebanyak 6 serial dari tahun 1997-1999. Sekarang buku itu dicetak ulang (di Gramedia Bogor baru ada serial 1 dan 2). Ada niat juga untuk megoleksi ke-6 serialnya..tapi baru sebatas niat. Karena yang ini harganya lebih mahal..hehe..

My Photo
Powered by Friendster Blogs

August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

rame-rame

  • go green indonesia!
  • Cara Membuat Blog
  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape